Kombinasi antara konsumen yang merangkul teknologi baru dan arahan pemerintah untuk mencapai nol emisi terus mendorong produsen mobil untuk menambahkan kendaraan listrik ke dalam jajaran produk mereka. Oleh karena itu, penggunaan baterai Lithium-Ion pada kendaraan listrik akan tumbuh secara eksponensial. Pertumbuhan baterai Lithium-Ion yang signifikan ini mendorong permintaan global hingga empat kali lipat pada tahun 2030 seiring dengan pergerakan dunia untuk mendekarbonisasi sektor transportasi.
Lonjakan ini mendorong industri pertambangan untuk tidak hanya meningkatkan produksi Lithium tetapi juga memperluas ke lokasi yang ideal untuk melayani GigaFactory baterai Lithium-Ion yang akan datang dengan mengembangkan metode penambangan Lithium yang inovatif dan mengganggu yang meminimalkan dampak terhadap lingkungan sekaligus memaksimalkan efisiensi produksi.
Direct Lithium Extraction (DLE) adalah tren terbaru dan terdepan dalam penambangan Lithium yang sering dibandingkan dengan proses air garam penguapan konvensional karena alasan-alasan berikut:
- Produksi lebih cepat di mana waktu produksi diukur dalam hitungan jam dibandingkan dengan kolam penguapan konvensional
- Tingkat pemulihan lithium yang lebih tinggi, 70-90% dibandingkan 30-50% melalui metode konvensional
- Jejak yang jauh lebih kecil digunakan karena tidak diperlukan kolam penguapan yang besar dengan konsumsi air yang rendah karena air garam dikembalikan ke akuifer dengan sedikit atau tanpa tailing





